MUSEUM SULAWESI TENGGARA
1. SARUNG KEPALA DAN SELENDANG SAWU MBINEULU
Sarung
ini berwarna dasar merah, dengan kombinasi emas digunakan pada pesta upacara
manggilo (pengislaman), dan khitanan. Adapun arti warna hitam melambangkan
keperkasaan, putih melambangkan bersih, merah melambangkan keberanian, kuning
melambangkan kesejahteraan. Sedangkan selendangnya merupakan pasangan sarung
tersebut.
No
Inventaris : 2234
Ukuran : 2 helaiSarung:P. 183 cm. L. 61,
Selendang P. 199 cm. L.92 cm
Koleksi
Museum Sulawesi Tenggara
2. SARUNG KEPALA DAN SELENDANG LIPA MBINEULU
Sarung
ini berwarna dasar hijau, dengan kombinasi benang emas digunakan pada Peletakan
Adat, Upacara Pengislaman, dan Upacara Khitanan. Sedangkan selendangnya
merupakan pasangan sarung tersebut
No
Inventaris :32
Ukuran : 2 helai Sarung:P. 178 cm, L. 59 cm,
Selendang:P. 186 cm, L. 29 cm
Koleksi
Museum Sulawesi Tenggara
3. SARUNG BIBITANO KUMBAEA
Sarung
ini menggunakan benang hitam dengan kombinasi benang perak membentuk garis
vertikal digunakan oleh remaja putri, berfungsi sebagai pakaian untuk mengantar
pengantin mempelai pria. Adapun arti dari warna hitam bermakna ketetapan hati
dlam menjalankan kehidupan bermasyarakat, warna putih melambangkan kesucian,
ketulusan beribadah kepada Allah SWT. Sedangkan selendangnya merupakan pasangan
sarung tersebut.
No
Inventari :TN
Ukuran : 2 helai Sarung:P. 366 cm, L. 62
cm, Selendang:P. 200 cm, L. 44 cm
Koleksi
Museum Sulawesi Tenggara
4. SARUNG KASOPA
Sarung
ini menggunakan benang hitam dengan kombinasi benang perak membentuk garis
vertikal. Berfungsi sebagai pakaian untuk mengantar pengantin pria. Adapun arti
dari warna hitam bermakna ketetapan hati dalam menjalankan kehidupan
bermasyarakat, warna putih melambangkan kesucian, ketulusan beribadah kepada Allah
SWT
No
Inventaris :TN
Ukuran :P. 129cm, L.176 cm,
Koleksi
Museum Sulawesi Tenggara
5. SARUNG BOTU
Sarung
Botu warna dasar hitam dihiasi benang kuning emas berbentuk kotak-kotak.
Digunakan oleh para kaum lelaki bangsawan atau tokoh adat pada saat upacara
adat seperti upacara pingitan, upacara khitanan, dan upacara penikahan.
No
Inventaris :TN
Ukuran :P. 120 cm, L 186 cm,
Koleksi
Museum Sulawesi Tenggara
6.
PAKAIAN
PERANGKAT ADAT ( PAKEANA SYARA)
Pakaian perangkat adat merupakan pakaian penutup
tubuh berbentuk jubah lengan panjang yang di hiasi motif tenunan tradisional
Buton dengan garis-garis yang membujur dan melingkar.Penggunaan motif hias
berupa garis tersebut merupakan simbol kepatuhan terhadap hukum adat dan agama
yang wajib di jalankan
No
inventaris :2145
Ukuran : P. cm, L. cm,
Koleksi Museum Sulawesi Tenggara
7. SARUNG BLA-BLA KAPUTE
Sarung
bla-bla kapute warna dasar putih dikombinasikan dengan warna biru, hijau ,
kuning, dan merah jambu. Digunakan oleh kaum istri dalam kalaengan bangsawan
untuk mengikuti upacara adat dan biasanya juga sebagai pakaian remaja putri
pada saat mengikuti tarian penjemputan tamu – tamu pejabat Kerajaan di
kabupaten muna.
No
inventaris :TN
Ukuran : Coklat P. 135cm, L.154 cm,
Koleksi Museum Sulawesi Tenggara
8. MATA
UANG KERAJAAN BUTON KAMPUA
Mata
uang Kerajaan Buton Kampua terbuat dari kain,saat daerah lain mengandalkan
logam atau hasil alam.Di Buton mata uang Kampua menjadi penanda kemajuan zaman
yang mulai samar seiring jalannya waktu.Untuk teksturnya lentur serta dengan
motif khusus yang menjadi penanda dari mata uang ini.Mata uang ini merupakan
yang pertama dari kain tenun di Kerajaan Nusantara yang pada saat itu dipakai
oleh Masyarakat Buton hingga berakhirnya masa Kerajaan Buton.
No
inventaris :TN
Ukuran : Coklat P. 20cm, L.19 cm, / Putih P.
13cm, L.10 cm
Koleksi Museum Sulawesi Tenggara
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar