MUSEUM SRIWIJAYA
1. KAIN DAN SELENDANG SONGKET TERETES MIDER
Bahan baku Songket
Teretes Mider adalah benang emas kristal dan benang sutra. Dasar kain ditenun dengan
menggunakan benang pakan sutra merah. Kembang tengah bermotif limar antik
dengan warna merah keunguan. Pada bagian teretes, umpak ujung, pengapit, tawur,
umpak pangkal, dan ombak menggunakan benang emas. Pada bagian tumpal bermotif
pucung rebung. Kain songket motif teretes mider ini digunakan oleh ibu-ibu dari
rombongan besan pada acara pernikahan. Nilai filosofis songket teretes mider
sebenarnya sama dengan songket motif Jando Beraes, yang menunjukkan suatu
kesahajaan maka songket jenis ini sangat minim menggunakan benang emas, dan
pakan tak berhias lebih mendominasi.
No Inventaris :
Ukuran : kain P.
191 cm, L. 88 cm, selendang P. 59 cm, L. 198 cm
Koleksi Koleksi
Museum Sriwijaya
2.
KAIN
DAN SELENDANG BUNGO PACIK
Bahan Songket
Bungo berupa benang emas kristal dan benang sutra. Sesuai dengan namanya,
songket motif ini biasa digunakan oleh perempuan keturunan Arab. Pacik adalah
sebutan bagi perempuan muhajirin Arab. Kain ditenun menggunakan benang sutra
dan benang emas kristal. Pada kembang tengah atau motif inti berwarna hitam
dengan kembang tabur berwarna merah. Pada bagian pinggir bermotif berante
dengan tumpal pucuk rebung. Kain songket motif Bungo Pacik ini digunakan oleh
seorang perempuan keturunan Arab pada acara pernikahan atau upacara kebesaran
lainnya. Songket jenis ini tidak menggunakan benang emas pada kembang
tengahnya, hal ini berhubungan dengan ajaran Islam yang tidak mengizinkan sikap
riya
No Inventaris :
Ukuran : Selendang
P. 208 cm, L.56 cm, kain P. 180 cm, P. 83 cm
Koleksi Museum
Sriwijaya
3.
KAIN
BLONGSONG LIMAR
Bahan baku benang
sutra. Kain dan Selendang Blonsong ditenun dengan menggunakan benang sutra
dengan motif limar, berwarna merah hati dan ungu. Tumpal bergaris bentuk
trapesium dan ombak. Dipakai oleh wanita dewasa pada acara pernikahan dan acara
resmi lainnya
No Inventaris :
Ukuran : P. 2.12
cm, L. 47,5 cm
Koleksi Museum
Sriwijaya.
4.
KAIN
GEBENG LIMAR SERAMPANG DUA BELAS
Kain gebeng
menggunakan bahan baku berupa benang sutra dan benang super. Kain gebeng ini
bermotif Limar Serampang Duabelas. Warna dasar kain merah dengan benang pakan
berwarna hijau dan kuning berbentuk kotak-kotak besar dan kecil, sedangkan
motif limar di tengahnya berwarna hitam. Tumpal pada kain gebeng ini bermotif
limar warna biru dan garis-garis hijau kuning. Digunakan sebagai busana resmi
kaum laki-laki pada acara pernikahan atau upacara kebesaran lainnya
No Inventaris :
Ukuran : P. 2.12
cm, L. 47,5 cm
Koleksi Museum
Sriwijaya
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar