MUSEUM PROVINSI SULAWESI TENGAH

 1. BUYA BOMBA SUBI/SARUNG DONGGALA BIRU

Ragam hias pada sarung dari daerah Donggala umumnya berupa bunga, sedangkan ragam hias geometris diberi nama berdasarkan kue upacara. Contoh ini dihiasi dengan deretan diagonal dari tanaman merambat, bunga sero, dana pada perbatasan bagian atas dan bawah segitiga yang menyerupai bentangan gunung. Ditenun menggunakan teknik ikat pakan dan pakan tambahan dengan benang mas berkilauan yang menonjol. Wastra kain ini dapat dikenakan oleh kaum laki-laki atau perempuan pada kesempatan khusus.

No Inventaris  : 03.0367/03.1960

Ukuran            :P.119cm,L.104cm/P.210cm,L.61cm

Koleksi Museum Sulawesi Tengah


2. MBESA

Masyarakat di pedalaman Sulawesi Tengah tidak pernah mengenal cara menenun, sehingga wastra tenun sangat dihargai, terutama yang ditenun dari daerah selatan di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Contoh ini berasal dari Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat; di Sulawesi Tengah dikenal sebagai Mbesa dan digunakan sebagai bagian dari mahar seorang perempuan dan untuk membayar denda adat.

No Inventaris      : 03.2606/4605

Ukuran               :P. 358 cm, L 144 cm

Koleksi Museum Sulawesi Tengah


3. BUYA BOMBA (SELENDANG)

Penenun di seluruh Indonesia selalu mencari inspirasi baru yang berasal dari daerah lokal. Selendang perempuan yang dibuat dengan teknik ikat pakan ini dihiasi dengan ragam hias tabur yang berasal dari daerah pedalaman di provinsi tersebut. Sosok putih merupakan jenis megalit yang ditemukan di lembah Bada. Selendang tersebut dapat dikenalan dengan busana kontempoter "nasional".

No Inventaris  : TN

Ukuran            : u. P. 202 cm, L. 31 cm, h. P. 211 cm, L. 23 cm

Koleksi Museum Sulawesi Tengah


4. BOMBA BUNGA

Batik bomba bunga merupakan salah satu kain tradidional yang berasal dari sulawesi tengah khususnya daerah palu. Embuatan kain ini menggunakan alat tenun sederhana dan pewarna alami dari getah pohon. Motif kain ini banyak menggunakan motif flora terutama bunga yang kecil dan beragam.

No Inventaris  :03.0369/503

Ukuran            :P. 123 cm, L 175 cm

Koleksi Museum Sulawesi Tengah


5. BAHAN DAN BUSANA DAERAH


Di daerah pegunungan Sulawesi Tengah, wastra/kain untuk pakaian, selimut, tirai, dan kebutuhan lainnya berasal dari kulit pohon sebelum katun sederhana tersedia. Lapisan yang berserat dipisahkan dari kulit kayu, direndam dalam air, dan dipukuli dengan pemukul sampai lembut dan kenyal. Sarung berbentuk selongsong yang besar ini diikat pada pinggang perempuan dan dikenakan dengan blus lengan pendek.

No Inventaris: 03.0369/503

Ukuran         :P. 274cm, L 94 cm

Koleksi Museum Sulawesi Tengah


6. BUYA BOMBA SUBI/SARUNG DONGGALA UNGU  

Buya Bomba Subi/sarung Donggala ungu ini  bermotif bunga kuncup badan kain bermotif bunga mawar. Bermakna rasa cinta yang suci terhadap kerajaan Banawa.Dibuat dengan cara mengikat benang pakannya kemudian dicelup dalam pewarna sebelum ditenun.Biasa digunakan pada saat upacara adat.

 

No Inventaris: 03.0367

Ukuran         :P. 119cm, L 104 cm

Koleksi Museum Sulawesi Tengah


7. BUYA BOMBA KOTA

Kain Buya Bomba Kota, yang bermotif kotak-kotak dengan teknik mengikat benang lusi dan benang pakan dengan ikat ganda.berupa motif kotak-kotak kecil dan garis vertikal di kepala kain. Maknanya bahwa setiap manusia harus menjaga tingkah laku.

No Inventaris: 03.1263

Ukuran         :P. 122cm, L 192cm

      Koleksi Museum Sulawesi Tengah






Komentar

Postingan Populer