MUSEUM PROVINSI LAMPUNG "RUWA JURAI"
1. KAIN TAPIS LIMAR SEKEBAR
Tapis Limar Sekebar, merupakan salah satu jenis sarung klasik yang dibuat di Lampung. Ditandai dengan adanya dua lajur belah ketupat (Limar) yang saling bertautan. Dalam contoh ini, motif Limar dipisahkan oleh lajur yang diisi dengan motif, mata kibau, mata kerbau. seluruh ragam hias dibuat dengan teknik sulam tekat menggunakan benang emas. ini adalah contoh tapis tua yang baik, ditenun dengan benang sutera dan benang katun menggunakan pewarna alami.
No Inventaris : 2560
Ukuran : P. 120,5 cm, L. 64,3 cm
Koleksi Museum Provinsi Lampung
“Ruwa Jurai”
2. TAPIS RAJA MEDAL DAN SELENDANG
Sarung tenun pakan lungsi, bahan dasar benang kapas
berlajur horizontal, warna hitam, merah hati, kuning dan hijau. Disulam benang
emas motif orang di atas Rato ditarik orang, ayam ngecak konci dan pucuk
rebung. Bagian bawah terdapat sasab dengan penyawat benang katun. Membentuk
tekstur pucuk rebung dan belah ketupat. ( Motif mato egal) serta pucuk rebung
bergaya. Dipakai pada saat upacara adat oleh kelompok kerabat kerabat paling
tua ( Tuho penyimbang). Misal : Mengawinkan anak dan pengambilan gelar.
No Inventaris : 03.BR.01
(Tapis); 03.BR.02 (Selendang)
Ukuran : P. 107 cm, L. 76 cm (Tapis); P. 107 cm, L. 13 cm (Selendang)
Koleksi Museum Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”
3. KAIN
TAPIS SUNGKAI
Bentuk sarung teknik pembuatan tenun pakan. Pada bahan
dasar dibuat motif lajur-lajur horizontal besar dan kecil, warna merah, kuning,
biru, dongker. Motif hias pucuk rebung dan belah ketupat dibuat dengan benang
sutra putih. Bagian tengah terdapat lajur tampak hiasan kaca. Digunakan untuk
upacara Lampung Pepadun.
No Inventaris : 3058
Ukuran : P. 56 cm,
L. 129 cm
Koleksi Museum Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”
4. MADUARO
PUTIH
Bentuk persegi empat panjang, teknik pembuatan tenun
sulam warna putih, Ragam hias penuh bagian tengah sulaman benang perak bunga
tabur. Bagian pinggir sulur daunn bunga, bagian pinggir tempel renda benang
perak motif bunga. Dipakai oleh pengantin pada saat menikah atau sebelum
menikah.
No Inventaris : 3420
Ukuran : P. 92 cm,
L. 87 cm
Koleksi Museum Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”
5. TIRAI
DINDING
Bentuk tirai persegi empat panjang,terdiri lima lajur kain
yang disambung menjadi satu, berwarna : biru, merah, kuning, dan dilapisi kain
putih polos. Bagian lajur atas berbidang kecil,bagian bahawah bidang besar.
Bagian atas dijahit bentuk lidah lidah berjumlah 31 buah berwarna ; merah,
kuning, hitam,dan ditempel kaca, motif sulam bordir, bagian bawah ragam hias
sulur daun, bunga, ayam, pohon hayat, pilin dan miander. Digunakan untuk hiasan
dinding pada upacara adat.
No Inventaris : 712
Ukuran : P. 238 cm, L. 61 cm
Koleksi Museum Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”
6. TAPIS
SUNGKAL
Bentuk sarung teknik pembuatan tenun pakan. Pada bahan
dasar dibuat motif lajur-lajur horizontal besar dan kecil, warna merah, kuning,
biru, dongker. Motif hias pucuk rebung dan belah ketupat dibuat dengan benang
sutra putih. Bagian tengah terdapat lajur tampak hiasan kaca. Digunakan untuk
upacara Lampung Pepadun.
No Inventaris : 01
BR
Ukuran : P. 128
cm, L. 57 cm
Koleksi Museum Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”
7. SELENDANG
DEWANGGA
Bentuk selendang segi
empat, teknik pembuatan tenun songket dan ikat. Warna dasar merah anggur. Motif
hias bagian tengah selendang berwarna warni, ungu, kuning, hijau, merah berupa
bunga lotus, hiasan bingkai selendang benang emas motif bunga lampu, meander,
pucuk rebung, belah ketupat dan tabur bunga. Digunakan oleh pengantin wanita
pada saat upacara adat.
No Inventaris : 3071
Ukuran : P. 184,3
cm, L. 62 cm
Koleksi Museum Provinsi Lampung
“Ruwa Jurai”
8. KAIN
TAPIS KACA DAN SELENDANG
Sarung tenun pakan
lungsi, bahan dasar benang kapas berlajur horizontal, warna coklat, hitam,
merah. Disulam benang emas, lajur bagian atas dan bawah. Motif pucuk rebung,
lajur kecil kedua dan delapan, motif hewan air. Lajur tiga, lima, enam, tujuh
dan delapan terdapat motif hias tempel moci. Lajur besar motif hias hewan air,
pada bagian lajur sebelas motif sasak belah ketupat penyawat benang katun
ditempel moci dan kaca. Digunakan pada saat upacara adat lampung pepadun oleh
istri penyimbang (pemimpin adat).
No Inventaris : 02
(Kain); 01 (Selendang)
Ukuran : P. 112
cm, L. 18 cm (Kain); P. 167 cm, L. 20 cm (Selendang)
Koleksi Museum Provinsi Lampung
“Ruwa Jurai”
9. KAIN
NAMPAN
Bentuk persegi empat
dengan teknik pembuatan tenun pakan lungsi. Kain dasar berwana putih, motif hias
berwarna hitam, cokelat. Pada bagian atas dan bawah motif hias rantai, pilin,
tumpal yang digayakan. Bagian kiri dan kanan kapal terdapat cadik besar 3 (tiga)
buah dan bagian bawah kapal terdapat cadik kecil 22 (dua puluh dua) buah.
Bagian tengah geladak terdapat motif utama kapal, di dalam motif kapal terdapat
motif orang dalam rumah dan luar rumah. Bagian atas kapal motif kayu arah,
gajah, orang dan payung adat, burung. Bagian tengah, kanan dan kiri motif pohon
hayat. Kain ini digunakan untuk hiasan dinding pada saat upacara adat.
No Inventaris : 04.BR
Ukuran : P. 83 cm,
L. 78 cm
Koleksi Museum Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar