MUSEUM PROVINSI JAMBI
1. SELENDANG SONGKET
Bahan dasar ditenun dengan benang sutera,
warna merah. Bagian tengah disungkit dengan benang emas motif tagapo dan motif
bungo melati tabur, pinggir kiri-kanan motif kaluk paku dalam panel horizontal,
ombak-ombak, paruh enggang serta kedua ujung motif bungo tanjung, ombak-ombak,
pilin berganda suluran daun dan bungo manggis, pilin berganda, pucuk rebung
dalam bentuk suluran daun bungo tanjung, bungo terutung larat, bungo tanjung,
kaluk paku, kacang, belimbing. Makna filosofisnya adalah memperkuat setiap sisi
didalam berbagai kehidupan yang penuh kasih sayang, kekuatan tanpa kesombongan,
sebagai seorang pemimpin harus memiliki
kecerdasan untuk mencapai
puncak pencerahan, memiliki kharisma yang tinggi yang mencerminkan sifat
yang uat baik dijadikan lantai, dinding, tiang dan atap mampu menjadi suatu
kesatuan yang kuat, bak kata pepatah ‘Kok
bulatlah dapat digulingkan dan kok pipih lah dapat dilayangkan’. Kain ini
dipakai sebagai kelengkapan pakaian adat wanita di Kabupaten Sarolangun,
Merangin dan Muaro Bungo.
No Inventaris :
03.1009
Koleksi Museum
Siginjei Jambi
2.
DESTAR
Bahan dasar
ditenun dengan benang katun limar motif duren pecah, warna merah. Bagian badan
disungkit dengan emas, satu sudut motif bungo duren dan tampuk manggis. Pinggir
dalam panel garis motif geometris, bungo duren, tampuk manggis dan keempat
sudut motif suluran tampuk manggis. Motif ini mencerminkan seorang pemimpin
yang mempunyai sifat yang amanah, tulus, bersih hatinya, tegas yang membawa
berkah kepada orang lain dan alam sekitarnya. Destar ini dpakai sebagai topi
bagi Pemuka Adat di Kabupaten Merangin, Sarolangun dan Muaro Bungo dalam
upacara adat, pernikahan.
No Inventaris :
03.01013
Koleksi Museum
Siginjei Jambi
.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar