MUSEUM KAPUAS RAYA SINTANG

 1. KAIN TENUN IKAT KEBAT (MERAH)

Kain kebat merupakan kain tenun tradisional yang dihasilkan melalui proses penggabungan benang-benang halus dengan teknik tenun tangan yang sangat rumit.

Setiap kain kebat memiliki desain dan motif yang unik. Corak-corak ini menorehkan kisah dan mitos suku Dayak yang kaya akan legenda dan tradisi. Binatang, tumbuhan, bentuk-bentuk geometri, serta berbagai lambang spiritual yang melambangkan hubungan manusia dengan alam semesta dan dunia roh kerap muncul dari motif-motif kain kebat.

No inventaris  : TN

Ukuran            : P.131cm, L.35cm

Koleksi Museum Kapuas Raya Sintang


2. KAIN TENUN IKAT KEBAT (MERAH, KUNING)

Kain kebat adalah salah satu warisan budaya yang sangat berarti bagi suku Dayak, suku asli Kalimantan, Indonesia. Kain kebat merupakan kain tenun tradisional yang dihasilkan melalui proses penggabungan benang-benang halus dengan teknik tenun tangan yang sangat rumit.

Setiap kain kebat memiliki desain dan motif yang unik. Corak-corak ini menorehkan kisah dan mitos suku Dayak yang kaya akan legenda dan tradisi. Binatang, tumbuhan, bentuk-bentuk geometri, serta berbagai lambang spiritual yang melambangkan hubungan manusia dengan alam semesta dan dunia roh kerap muncul dari motif-motif kain kebat.

Proses pembuatan kain kebat sangat memerlukan ketelitian dan kesabaran. Benang-benang yang dijalin sebelumnya diwarnai dengan pewarna alam. Dengan cermat dan bertahap, benang-benang ini kemudian membentuk corak-corak yang indah dan rumit. Tentu saja, proses ini membutuhkan keahlian tinggi dan pengetahuan yang mendalam mengenai teknik tenun tradisional.

No Inventaris  : TN

Ukuran            :P.144cm, L.44cm

Koleksi Museum Kapuas Raya Sintang


3. KAIN TENUN IKAT PUA/KUMBU (COKLAT TUA)

Kain tenun yang indah ini berasal dari pedalaman Kalimantan, keahlian ini menurut kepercayaan lokal datang melalui mimpi.

motif-motif yang tertuang pada kain pua kumbu, seperti motif flora, fauna, humanoid, abstrak, dan kontemporer. Motif yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dan paling disorot karena memiliki nilai yang tinggi dibandingkan motif lain, yakni motif humanoid.

No inventaris  : TN

Ukuran                        : P. 205cm, L. 103cm

Koleksi Museum Kapuas Raya Sintang


4. KAIN TENUN PUA/KUMBU (COKLAT, MERAH)

Kain tenun yang indah ini berasal dari pedalaman Kalimantan, Kain tenun ini hanya digunakan untuk keperluan seremonial untuk persembahan kepada dewa dewi. Kain dipakai seperti sarung dan diikatkan pada pinggang menggunakan ikat pinggang yang terbuat dari perak.

motif-motif yang tertuang pada kain pua kumbu, seperti motif flora, fauna, humanoid, abstrak, dan kontemporer.

No inventaris  : TN

Ukuran                        : P.244 cm, L. 106cm

Koleksi Museum Kapuas Raya Sintang


5. KAIN TENUN IKAT KUMBU (COKLAT)

Pua kumbu adalah kain tenun ikat yang berasal dari suku Dayak Iban, terutama yang mendiami wilayah pedalaman Borneo. Kain ini memiliki ukuran yang cukup besar, mirip selimut, dan dibuat menggunakan metode tenun ikat dengan menggunakan alat tenun punggung.

Motif yang digunakan dalam Pua Kumbu mencakup berbagai makna simbolis. Beberapa di antaranya melambangkan kehidupan, keberuntungan, kemakmuran, dan kejayaan.

 

No inventaris  : 228

Ukuran                        : P.183 cm, L. 89,5 cm

Koleksi Museum Kapuas Raya Sintang







Komentar

Postingan Populer