MUSEUM KALIMANTAN TIMUR "MULAWARMAN"

 1. KAIN ULAP DOYO (MOTIF BURA)

Ulap doyo merupakan wastra/kain yang ditenun dari serat alam yang diperoleh dari daun Latifolia curculigo, selama berabad-abad. Serat tersebut kemudian ditenun pada alat tenun gedog untuk menghasilkan wastra yang digunakan sebagai pakaian oleh masyarakat Benuaq. Pembuatan benang doyo dan tenun doyo terus berlangsung dan menjadi industri yang penting di kawasan ini.

No inventaris: 03.2038

Ukuran: P.230cm, L.60cm

Koleksi Museum Kalimantan Timur


2. KAIN ULAP DOYO (TEMAR TEBUQ PUNCUQ HITAM)

Kain doyo yang terbuat dari serat alami yang diperoleh dari daun tanaman Latifolia curculigo. Ditenun menggunakan alat tenur gedog setelah benang lungsi diberi ragam hias biasanya berbentuk geometris, karena kendal yang ditemukan saat menggunakan teknik ikat.

No Inventaris : 03.2041

Ukuran :P.101cm,L.86cm

Koleksi Museum Kalimantan Timur


3. HIASAN DINDING

Wastra/kain doyo yang dibuat dari serat doyo (curculigo flabellier) dihiasi dengan garis-garis lungsi dan teknik ikat lungsi. Contoh ini dibuat menjelang akhir abad ke-20 memiliki figur berulang seorang ibu dan dua anaknya yang terinspirasi oleh program keluarga berencana nasional pada 1970-an. Wastra/kain ini diproduksi untuk pasar wisata.

No Inventaris: 03.2039

Ukuran :P.206cm,L.56cm

Koleksi Museum Kalimantan Timur


4. KAIN ULAP DOYO ( TEPAK LEPAKANCING)

Ragam hias ikat lungsi pada kain doyo seringkali berupa sepasang garis zigzag yang ditempatkan berdekatan untuk memberi kesan ular naga yang sangat penting dalam mitologi Kalimantan.

No Inventaris : 03.2042

Ukuran : P.109cm, L.94cm

Koleksi Museum Kalimantan Timur


5.     KAIN ULAP DOYO (TEMAR TEBUQ PUNCUQ MERAH)

Kain ini terdiri dari dua lembar wastra doyo yang dijahit Bersama, dipakai oleh perempuan suku Benuaq pada berbagai upacara. Pada kedua ujung tepi bagian atas dilengkapi dengan tali katun yang berfungsi sebagai tali pengikat. Ragam hias pada kain ini disebut ‘limar’ tebuq puncuq. Istilah mengacu pada bentuk wajik memanjang yang menjadi ragam hias.

No Inventaris : 03.2040

Ukuran :P.105cm,L.80cm

Koleksi Museum Kalimantan Timur






Komentar

Postingan Populer