MUSEUM KALIMANTAN TENGAH "BALANGA"

 1. BUSANA TRADISIONAL LAKI-LAKI



Pada masa kini, untuk keperluan berbagai acara umum seperti menyambut tamu dan seni pertunjukan, pakaian kulit kayu dihiasi dengan potongan wastra komersial dan payet plastik. Cawatini, ewahnyamu, telah dimodifikasi atau dipakai diluar celana pendek; terdiri dua “ekor” yang dijahitkan pada ikat pinggang. Sedangkan rompi, bajunya diberi lis pada pinggirnya dengan jahitan yang indah.

No inventaris  : 03.105, 03.103, 03.104

Ukuran            : 3 helai (ikat kepala) P.28cm, T. 10cm (baju) T.62cm, L.60cm

                           (bawahan) T.60cm, L. 65cm & 32cm (x2)


2. KEBAYA PEREMPUAN 1 PASANG



Kebaya adalah blus dengan lengan panjang yang merupakan bagian “busana nasional” perempuan integral Indonesia. Secara tradisional, Kebaya dikenakan dengan kain panjang atau sarung, sementara dalam gaya kontemporer dikenakan dengan rok atau celana jeans. Kebaya ini ditenun dari serat daun doyo (Curculingo Latifolia) yang juga dikenal dengan istilahlemba

No inventaris  : 1202, 1201

Ukuran            : 2 helai (baju) T. 64cm,L113cm (bawahan) 1.57cm,L55cm

Koleksi Museum Kalimantan Tengah Balanga


3. SELENDANG KONTEMPORER

Selendang yang menawan ini dibuat dengan menggunakan ragam hias pohon kehidupan batang garing, seperti yang digambarkan pada seni visual masyarakat Dayak Ngaju. Disepanjang tepi bawah terdapat hiasan rumit yang banyak di temukan pada ukiran kayu di daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Menurut metologi setempat, ragam hias tersebut berasal dari kehancuran batang garing yang menjelma menjadi alam semesta.

No inventaris: 03.106

Ukuran :P 198 cm, L.49 cm

Koleksi Museum Kalimantan Tengah Belanga


4. BUSANA PENGANTIN PEREMPUAN NGAJU



Hiasan Kepala: Salutup/Sumping (Ikat Kepala Perempuan) sebagai aksesoris pelengkap  hiasan dada, digunakan sebagai aksesoris pelengkap dalam pakaian pengantin perempuan suku Dayak secara umum di Kalimantan Tengah.

Hiasan dada: digunakan sebagai pelengkap dalam busana pengantin perempuan.

Baju dan Rok: Baju dan rok pengantin perempuan Ngaju terbuat dari bahan beludru (velvet). Baju dihiasi dengan motif sulur dan kawit kelakai yang terbuat dari manik-manik berwarna merah cerah. Dengan bentuk seperti kebaya dan berwarna hitam. Motif sulur memiliki filosofi dipercaya dapat membawa rezeki, sedangkan kawit kelakai dipercaya dapat menarik orang lain untuk menjadi teman/kerabat bagi si pemakai serta warna hitam menunjukkan karisma yang lebih elegan. Rok pengantin berwarna hitam dengan motif simetris (bagian kanan dan kiri sama).

Selop: digunakan sebagai pelengkap busana pengantin perempuan.

 

No inventaris : 03. 112 (hiasan kepala) / 0111 (hiasan dada) / 03.111 (selop)

Ukuran: P. 25 cm, L. 5cm (hiasan kepala) / T. 44 cm, L. 43 cm (hiasan dada) / T. 79 cm, L. 136 cm (baju) / T 100 cm, L. 43 cm (rok) / P. 26 cm, L. 9 cm, T. 8 cm (selop).

Koleksi Museum Provinsi Kalimantan Tengah “Balanga”


5. SEPERANGKAT PAKAIAN PENGANTIK LAKI-LAKI



Hiasan Kepala: Lawung merupakan sebutan topi/peci kepala bagi laki-laki. Pada bagian depan dan belakang berbentuk seperti ekor burung. Motif melambangkan kawit kelakai sebagai wujud keramahan. Umumnya Lawung digunakan pada saat upacara pernikahan dan ritual adat, sekarang digunakan sebagai aksesoris wajib dalam acara resmi dan adat.

Baju: Baju pengantin pria, terbuat dari beludru (velvet) dengan motif sulur dan kawit kelakai yang terbuat dari manik-manik berwarna cerah. Bentuk seperti kebaya. Berwarna hitam. Motif sulur memiliki filosofi dipercaya dapat membawa rezeki dan kawit kelakai dipercaya dapat menarik orang lain untuk menjadi teman/kerabat bagi si pemakai serta warna hitam menunjukkan karisma yang lebih elegan

Celana: Celana pengantin pria, terbuat dari beludru (velvet) dengan motif sulur dan kawit kelakai yang terbuat dari manik-manik berwarna cerah. Bentuk seperti kebaya. Berwarna hitam. Motif sulur memiliki filosofi dipercaya dapat membawa rezeki dan kawit kelakai dipercaya dapat menarik orang lain untuk menjadi teman/kerabat bagi si pemakai serta warna hitam menunjukkan karisma yang lebih elegan..

Selop: digunakan sebagai pelengkap busana pengantin laki-laki.

No inventaris : 03. 111 (selop)

Ukuran: D. 11cm, P. 30cm, T. 9cm  (hiasan kepala) / T. 81cm, L. 47cm (baju) / T. 105cm, L. 56cm (celana) / P. 26 cm, L. 9 cm, T. 3 cm (selop).

Koleksi Museum Provinsi Kalimantan Tengah “Balanga”


6. KEMEJA BATIK



No inventaris : 03. 108 / 03.109

Ukuran: 2 helai T.79cm, L.159cm / T.80cm, L.168cm

      Koleksi Museum Kalimantan Tengah Balanga


      7. ROK

Rok Hibah dari Ibu Soeparmanto pada acara pernikahan anak beliau secara adat dayak

      No Inventaris : 03.107

      Ukuran           : T. 93 cm, L. 88 cm

      Koleksi Museum Kalimantan Tengah Balanga

Komentar

Postingan Populer